Djon Afriandi, Ciek Lai ; Iko Jenderal Minang Bintang Tigo

Date:

KmpMedia.News | ArtaSariMediaGroup ~ Pada 10 Agustus 2025, sejarah baru tercipta di tubuh Komando Pasukan Khusus (Kopassus), salah satu satuan elit TNI Angkatan Darat.

Letnan Jenderal Djon Afriandi, yang sebelumnya menjabat sebagai Danjen Kopassus, resmi dilantik sebagai Panglima Kopassus dengan pangkat bintang tiga.

Ia menjadi satu-satunya lulusan Akademi Militer (Akmil) 1995 yang mampu meraih prestasi luar biasa ini.

Pada usia 53 tahun, Djon Afriandi telah mencapai puncak karir militer yang tidak hanya mencerminkan kemampuan operasional, tetapi juga keteladanan kepemimpinan yang membanggakan.

Karir Cemerlang dari Akademi Militer hingga Panglima Kopassus

Djon Afriandi lahir di Payakumbuh, Sumatera Barat, pada 14 Juni 1972.

Lulus dari Akademi Militer tahun 1995 dengan predikat sebagai lulusan terbaik (Adhi Makayasa), ia segera menunjukkan kualitas kepemimpinan yang luar biasa.

Djon menerima penghargaan tersebut langsung dari Presiden Soeharto, yang mencerminkan betapa tinggi standar yang dimilikinya sejak dini.

Ia mengawali karir militer dengan bergabung di Korps Komando Pasukan Khusus (Kopassus), yang dikenal dengan pelatihan dan kemampuan taktis yang sangat mendalam.

Sejak awal karirnya, Djon Afriandi menunjukkan kecakapan dalam berbagai posisi strategis di tubuh Kopassus.

Ia menjabat berbagai peran, mulai dari Danton (Komandan Peleton) di Grup 1 Kopassus, hingga posisi strategis sebagai Komandan Resimen (Danrem) 012/Teuku Umar di Aceh.

Tidak hanya itu, ia juga menempuh pendidikan militer tingkat tinggi seperti Seskoad dan Lemhannas, serta meraih gelar akademik bergengsi, yaitu Master of Science in Defense Analysis dari Naval Postgraduate School (NPS) di Amerika Serikat.

Transformasi Kopassus : Dari Bintang Dua ke Bintang Tiga

Salah satu momen penting dalam karir Djon Afriandi adalah saat Presiden Prabowo Subianto mengangkat Kopassus menjadi lebih tinggi secara struktur, dari yang sebelumnya dipimpin oleh seorang jenderal bintang dua, menjadi bintang tiga.

See also  Pungutan Liar di Dunia Pendidikan ; Ancaman Bagi Karakter dan Masa Depan Bangsa

Penunjukan Djon sebagai Panglima Kopassus pada 10 Agustus 2025 pun menjadi simbol penting dari keberhasilan peningkatan kualitas dan kapasitas satuan ini.

Hal ini sejalan dengan perubahan yang diharapkan oleh para pemimpin militer untuk meningkatkan efektivitas operasi dan respons terhadap ancaman yang semakin kompleks di dunia modern.

Komando Pasukan Khusus sendiri memiliki sejarah panjang sebagai satuan yang terlibat dalam operasi-operasi penting, mulai dari penanganan terorisme, pengamanan perdamaian, hingga operasi militer di dalam dan luar negeri.

Penunjukan Djon sebagai Panglima Kopassus bukan hanya merupakan pencapaian pribadi, tetapi juga menjadi tonggak penting dalam memperkokoh posisi Kopassus di kancah pertahanan nasional.

Kepemimpinan yang Berfokus pada Pembinaan dan Pengembangan

Djon Afriandi dikenal sebagai sosok pemimpin yang bijaksana, penuh perhatian terhadap anggotanya, namun juga sangat tegas dalam menjalankan disiplin.

Kepemimpinan Djon terbukti ketika dirinya menanggapi insiden yang sempat menjadi sorotan publik: foto sejumlah prajurit Kopassus yang berpose dengan tokoh kontroversial, Hercules Rosario Marshal.

Sebagai seorang pemimpin, Djon tidak segan untuk meminta maaf atas tindakan yang dilakukan anak buahnya, meskipun kejadian tersebut terjadi dalam konteks internal yang tidak terduga.

“Saya selaku pribadi dan Danjen Kopassus mengucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh atasan, senior, rekan-rekan prajurit, dan masyarakat luas yang begitu cinta dan punya harapan besar kepada Kopassus,” ujarnya dengan tulus.

Permintaan maaf ini bukan hanya untuk menjaga nama baik Kopassus, tetapi juga menunjukkan komitmen Djon dalam menjaga nilai-nilai integritas dan profesionalisme dalam tubuh satuan elit ini.

Dalam momen tersebut, Djon menegaskan pentingnya pembinaan dan edukasi bagi prajurit untuk lebih sensitif terhadap situasi sosial dan dampak publik dari setiap tindakan.

See also  Benarkah SMK Stannia Sekolah Teknik Tertua di Belitung?

Hal ini menunjukkan bahwa di bawah kepemimpinan Djon, Kopassus tidak hanya dibangun dengan kekuatan fisik dan taktis, tetapi juga dengan nilai-nilai moral yang tinggi.

Mendidik dan Memberdayakan Prajurit

Djon Afriandi juga dikenal sebagai sosok yang peduli terhadap pendidikan dan pengembangan karir prajurit.

Dalam setiap kesempatan, ia selalu menekankan pentingnya pendidikan bagi prajurit untuk bisa bersaing di era globalisasi ini.

Pendidikan yang ia tempuh, baik di tingkat militer maupun akademik, menjadi teladan bagi para bawahannya untuk terus berkembang.

Selain itu, dalam berbagai pidatonya, Djon juga menekankan pentingnya membangun hubungan yang harmonis antara Kopassus dengan masyarakat.

Ia menginginkan satuan yang ia pimpin tidak hanya dikenal karena kemampuan tempur, tetapi juga karena kedekatannya dengan rakyat. Salah satu caranya adalah dengan menyelenggarakan program-program sosial dan kemanusiaan yang melibatkan prajurit dalam kegiatan positif untuk masyarakat.

Sosok yang Terus Berkarya untuk Bangsa

Sebagai Panglima Kopassus, Djon Afriandi menghadapi tantangan besar dalam menjaga kesiapan dan ketangguhan satuan elit ini.

Namun, dengan pengalaman panjang yang dimilikinya dan kemampuannya untuk beradaptasi dengan perubahan, Djon diyakini akan terus membawa Kopassus menuju ke arah yang lebih baik.

Kepemimpinannya yang bijaksana dan tegas, serta dedikasinya yang tinggi terhadap tugas, menjadikannya sosok teladan bagi generasi penerus TNI dan masyarakat Indonesia pada umumnya.

Letjen Djon Afriandi adalah bukti nyata bahwa kesuksesan dalam dunia militer tidak hanya ditentukan oleh ketangguhan di medan tempur, tetapi juga oleh sikap kepemimpinan yang penuh rasa tanggung jawab, etika, dan integritas.

Melalui perjalanan karirnya yang cemerlang, ia menunjukkan bahwa kedewasaan dalam memimpin dan bertindak adalah kunci untuk meraih prestasi yang tidak hanya mengharumkan nama pribadi, tetapi juga nama bangsa dan negara. | KmpMedia.News | */Redaksi | *** |

See also  Pemkab Beltim Tetapkan Pembangunan SMA Unggul Garuda Layak Secara Lingkungan

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Batagak Gala Datuak Rajo Basa ; Suku Panyalai Kukuhkan H. Nurman HMN dalam Sakralnya Adat Minangkabau

KmpMedia.News | ArtaSariMediaGroup ~ Langit budaya Minangkabau kembali dipenuhi...

Suku Togutil, Penjaga Hutan yang Mengajarkan Arti Kehidupan

KmpMedia.News | ArtaSariMediaGroup ~ Di tengah derasnya arus modernisasi...

Pakaian Adat Minangkabau ; Warisan Budaya Sarat Makna & Identitas

KmpMedia.News | ArtaSariMediaGroup ~ Kekayaan budaya Indonesia kembali menunjukkan...

Wilayah Rawan Predator, Bocah 10 Tahun Diterkam Buaya di Sungai Inggoi

KmpMedia.News | ArtaSariMediaGroup ~ Peristiwa tragis yang mengguncang nurani...