Bus PT Darma Henwa & Pick-Up Kecelakaan di Kintap, Satu Tewas

Date:

TANAH LAUT – Kecelakaan lalu lintas melibatkan bus DT milik PT Darma Henwa dan sebuah mobil pick-up terjadi di jalur Trans Kalimantan, kawasan Sungai Serai, Desa Muara Kintap, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan, Minggu (9/8/2026) sekitar pukul 07.15 Wita.

Peristiwa tersebut menyebabkan pengemudi pick-up dilaporkan meninggal dunia, sementara seorang penumpangnya berada dalam kondisi kritis.

Kecelakaan terjadi di sekitar jembatan pada jalur poros Pelaihari–Kintap. Benturan membuat mobil pick-up berada dalam posisi berbahaya setelah tergelincir dan nyaris terperosok ke bagian bawah jalan.

Kondisi tersebut sempat menarik perhatian para pengguna jalan. Sejumlah pengendara menghentikan perjalanan untuk melihat kondisi kecelakaan sekaligus membantu korban.

Arus lalu lintas di sekitar lokasi juga sempat terganggu akibat kendaraan dan kerumunan warga yang berada di sekitar tempat kejadian.

Video kecelakaan kemudian menyebar cepat melalui sejumlah grup percakapan media sosial.

Dalam rekaman yang beredar, terlihat beberapa orang mengenakan pakaian berwarna biru langit memberikan pertolongan awal di sekitar lokasi kejadian.

Seorang lelaki dewasa juga terlihat tergeletak di bahu jalan dalam kondisi mengalami luka serius.

Situasi tersebut menggambarkan kerasnya dampak kecelakaan yang terjadi pada pagi hari ketika aktivitas masyarakat dan kendaraan di jalur Trans Kalimantan mulai meningkat.

Salah seorang pengendara yang melintas, Junaidi, mengaku terkejut ketika melihat banyak orang berkerumun di dekat jembatan kawasan Sungai Serai.

“Ternyata ada laka. Saya lihat ada yang terluka berat, kayak meninggal. Infonya sopir pick-up,” ujar Junaidi.

Berdasarkan informasi awal yang diperoleh di lokasi, pengemudi mobil pick-up mengalami luka parah dan kemudian dikabarkan meninggal dunia. Sementara seorang penumpang pick-up dilaporkan mengalami kondisi kritis.

Korban selanjutnya dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis di RS KH Mansyur Kintap. Kondisi terakhir korban yang menjalani perawatan masih menunggu informasi resmi dari pihak medis.

Sementara itu, pengemudi dan penumpang bus dilaporkan selamat dalam kecelakaan tersebut.

See also  Kunjungi Polres Beltim ; Kapolda Babel Tekankan Peran Strategis Bhabinkamtibmas

Personel Polsek Kintap juga telah berada di lokasi. Petugas melakukan pengamanan tempat kejadian perkara, mengatur arus lalu lintas, serta melakukan penanganan awal terhadap kecelakaan.

Keberadaan petugas menjadi penting mengingat posisi kecelakaan berada di jalur utama yang menghubungkan kawasan Pelaihari dengan Kintap.

Kendaraan yang berhenti untuk menyaksikan kecelakaan berpotensi menimbulkan perlambatan arus dan meningkatkan risiko kecelakaan susulan.

Masyarakat yang melintas di kawasan tersebut diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika mendekati lokasi kecelakaan.

Pengendara juga diharapkan tidak berhenti sembarangan hanya untuk melihat kejadian karena dapat mengganggu proses evakuasi dan mempersempit ruang gerak petugas.

Kecelakaan di jalur Trans Kalimantan kembali menunjukkan pentingnya keselamatan dalam penggunaan jalan dengan mobilitas tinggi.

Jalur Pelaihari–Kintap tidak hanya digunakan kendaraan masyarakat, tetapi juga kendaraan angkutan dan armada perusahaan yang melayani aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.

Karena itu, keselamatan harus menjadi perhatian semua pihak, baik pengemudi kendaraan pribadi, angkutan umum, kendaraan perusahaan maupun kendaraan barang.

Dalam kecelakaan yang melibatkan bus dan pick-up tersebut, penyebab pasti tabrakan belum dapat disimpulkan hanya berdasarkan informasi awal di lapangan.

Polisi perlu melakukan olah tempat kejadian perkara serta memeriksa keterangan saksi dan kondisi kedua kendaraan untuk mengetahui rangkaian peristiwa secara utuh.

Pemeriksaan tersebut penting untuk memastikan faktor yang berkontribusi terhadap kecelakaan, termasuk kondisi kendaraan, situasi jalan, kecepatan, jarak aman, kondisi pengemudi, maupun faktor lingkungan saat kejadian.

Penetapan penyebab kecelakaan harus didasarkan pada hasil pemeriksaan, bukan semata-mata berdasarkan rekaman video atau kesaksian awal masyarakat.

Di tengah beredarnya video kecelakaan melalui media sosial, masyarakat juga diharapkan tidak terburu-buru menyimpulkan pihak yang dianggap bersalah.

Informasi yang belum terverifikasi dapat menimbulkan kesimpulan keliru dan merugikan pihak tertentu.

Sebaliknya, informasi mengenai kecelakaan dapat digunakan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat.

Pengguna jalan yang mengetahui adanya insiden di depan dapat memperlambat kendaraan dan menjaga jarak agar tidak terjadi kecelakaan lanjutan.

See also  Rajo Ameh dan Misi Kebangkitan Keluarga Minang Perantauan

Kehadiran warga yang membantu korban juga menjadi sisi kemanusiaan yang penting dalam peristiwa tersebut. Pertolongan awal dapat menjadi langkah penting sembari menunggu petugas dan tenaga medis tiba di lokasi.

Namun, pertolongan kepada korban kecelakaan harus tetap dilakukan dengan memperhatikan keselamatan penolong.

Masyarakat sebaiknya tidak memindahkan korban secara sembarangan, terutama jika diduga mengalami cedera kepala, leher, atau tulang belakang, kecuali terdapat kondisi darurat yang mengancam keselamatan korban.

Petugas yang berada di lokasi memiliki peran penting dalam memastikan proses evakuasi berjalan aman dan terkoordinasi.

Selain itu, kondisi kendaraan yang terlibat perlu diamankan untuk kepentingan pemeriksaan.

Posisi kendaraan, jejak pengereman, kerusakan bagian depan maupun belakang, serta kondisi lingkungan sekitar dapat menjadi bagian dari bahan penyelidikan untuk mengetahui bagaimana kecelakaan terjadi.

Peristiwa tersebut juga menjadi pengingat bagi perusahaan yang mengoperasikan kendaraan di jalur publik agar memastikan armadanya berada dalam kondisi layak jalan.

Pemeriksaan kendaraan secara berkala, kedisiplinan pengemudi, serta kepatuhan terhadap batas kecepatan merupakan bagian penting dari sistem keselamatan transportasi.

Bagi pengemudi, kewaspadaan tidak boleh berkurang meskipun perjalanan dilakukan pada pagi hari. Kondisi fisik, konsentrasi, kecepatan, serta kemampuan membaca situasi jalan menjadi faktor penting untuk mencegah kecelakaan.

Jalur yang memiliki jembatan, tikungan, bahu jalan sempit, maupun perubahan kondisi permukaan membutuhkan perhatian lebih tinggi dari pengemudi.

Kecelakaan juga membawa dampak yang jauh lebih besar daripada kerusakan kendaraan. Ketika korban meninggal dunia atau mengalami luka berat, keluarga harus menghadapi kehilangan, biaya pengobatan, serta dampak sosial dan ekonomi yang tidak ringan.

Karena itu, keselamatan lalu lintas harus ditempatkan sebagai kepentingan bersama, bukan sekadar kewajiban pengemudi.

Pemerintah dan instansi terkait juga memiliki peran dalam memastikan kondisi infrastruktur jalan tetap aman.

Evaluasi terhadap titik-titik rawan kecelakaan, penerangan, rambu lalu lintas, marka jalan, serta kondisi bahu jalan perlu dilakukan secara berkala.

See also  Polda Babel Perketat Pelabuhan Cegah Penyelundupan Timah Ilegal

Apalagi jalur Trans Kalimantan memiliki fungsi strategis bagi pergerakan orang dan barang. Infrastruktur yang aman akan mendukung kegiatan ekonomi sekaligus mengurangi risiko terhadap pengguna jalan.

Masyarakat pun dapat berkontribusi dengan melaporkan kondisi jalan yang dianggap berbahaya kepada instansi terkait.

Kerusakan jalan, rambu yang tidak terlihat, penerangan minim, atau titik rawan kecelakaan perlu mendapatkan perhatian sebelum menimbulkan korban.

Untuk sementara, penanganan kecelakaan di kawasan Sungai Serai masih menjadi perhatian aparat. Petugas melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas, sementara korban telah dievakuasi untuk memperoleh penanganan medis.

Keterangan mengenai jumlah korban, kondisi terakhir penumpang pick-up, serta penyebab pasti kecelakaan diharapkan dapat disampaikan setelah proses penanganan dan pemeriksaan selesai.

Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi seluruh pengguna jalur Pelaihari–Kintap. Jalan bukan hanya ruang untuk mencapai tujuan, tetapi juga ruang bersama yang menuntut disiplin, kewaspadaan, dan saling menghormati.

Satu kesalahan dalam hitungan detik dapat mengubah perjalanan menjadi tragedi.

Karena itu, mengurangi kecepatan di titik rawan, menjaga jarak aman, tidak memaksakan diri menyalip, serta memastikan kondisi kendaraan merupakan langkah sederhana yang dapat menyelamatkan nyawa.

Di balik kecelakaan di Sungai Serai terdapat pelajaran penting: keselamatan tidak boleh menunggu sampai korban berjatuhan.

Pencegahan harus dimulai dari kesadaran setiap pengguna jalan, pengawasan kendaraan, kesiapan infrastruktur, serta respons cepat ketika kecelakaan terjadi.

Masyarakat Tanah Laut tentu berharap kecelakaan serupa tidak kembali terjadi. Jalur Trans Kalimantan harus menjadi jalur yang aman bagi aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah.

Untuk itu, sinergi antara kepolisian, pemerintah, pengelola jalan, perusahaan transportasi, dan masyarakat perlu terus diperkuat.

Keselamatan lalu lintas adalah tanggung jawab bersama, dan setiap upaya pencegahan berarti menjaga satu kehidupan sekaligus melindungi masa depan sebuah keluarga. | KmpMedia.News | */Redaksi | *** |

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Polda Babel Perketat Pelabuhan Cegah Penyelundupan Timah Ilegal

KmpMedia.News | ArtaSariMediaGroup ~ Direktorat Polisi Perairan dan Udara...

Perizinan Belum Lengkap, DLHK Hentikan Tambang Galian C

KmpMedia.News | ArtaSariMediaGroup ~ Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan...

Siswa SDN 03 Aur Tanjungkang Ikuti Lomba Melukis Sawahlunto

KmpMedia.News | ArtaariMediaGroup ~ Dua siswi SD Negeri 03...

Penambang Lokal Pohuwato Minta Ruang Hidup & Kepastian Penghidupan

KmpMedia.News | ArtaSariMediaGroup ~ Penambang lokal dan tradisional di...