Manjalang Mintuo ; Tradisi Minang dalam Kehidupan Berkeluarga

Date:

KmpMedia.News | ArtaSariMediaGroup ~ Di tengah derasnya arus modernisasi, masyarakat Minangkabau di Sumatera Barat tetap memegang teguh berbagai tradisi yang telah diwariskan turun-temurun.

Salah satu yang paling khas dan penuh makna adalah tradisi manjalang mintuo—sebuah ritual yang mendalam dalam mempererat tali silaturahim antara menantu dan mertua.

Tradisi ini, yang dilakukan terutama oleh perempuan yang baru menikah, mencerminkan nilai-nilai kekeluargaan yang begitu dijunjung tinggi dalam budaya Minang.

Manjalang mintuo, yang dalam bahasa Minang berarti ‘pergi mengunjungi mertua’, adalah kebiasaan yang dilakukan menjelang bulan Ramadhan, di tengah bulan suci, dan setelah Lebaran.

Ritual ini menjadi ajang untuk mendekatkan diri, mempererat hubungan keluarga, dan tentu saja, sebagai wujud penghormatan kepada orang tua, khususnya mertua.

Sebuah Tradisi yang Tak Pernah Luntur

Anggi Khairunnisa (25), seorang perempuan Minangkabau yang baru menikah dengan Hendra Astrian (27), mengungkapkan bahwa manjalang mintuo merupakan sebuah kewajiban, terutama bagi pengantin baru. “Kalau tidak melakukan tradisi ini, rasanya ‘hina’,” ujarnya sambil tersenyum.

Anggi, yang tinggal di Koto Lalang, Lubuk Kilangan, Padang, menceritakan bahwa sebelum puasa Ramadhan, ia bersama suami dan keluarga mendatangi rumah mertua dengan membawa lemang, tapai, dan berbagai kue sebagai tanda penghormatan.

Selain itu, pada pertengahan Ramadhan, ia tetap melanjutkan tradisi tersebut dengan membawa berbagai lauk untuk mertua. Tradisi manjalang mintuo ini, bagi Anggi, lebih dari sekadar kewajiban.

“Ini adalah cara untuk menjaga silaturahim dan melestarikan tradisi orang Minang yang sudah turun-temurun,” tambahnya.

Tidak hanya bagi pengantin baru, tradisi manjalang mintuo tetap dijaga oleh banyak perempuan Minang meski telah menikah bertahun-tahun.

Deny Suryani (35), yang menikah pada tahun 2010, mengaku meskipun kesibukan pekerjaan membatasi, ia tetap membawa oleh-oleh berupa kue ketika mengunjungi rumah mertua.

See also  10 Outfits Inspired by Famous Art are Sold in London

“Dulu saya membawa lauk-pauk, tetapi sekarang karena kesibukan, hanya kue yang bisa dibawa, yang penting silaturahim tetap terjaga,” ujar Deny.

Mertua Sebagai Pusat Penghormatan

Bagi orangtua dan mertua, seperti Absidefi Mulyani (56), tradisi manjalang mintuo bukan sekadar rutinitas, tetapi juga momen penting untuk menjaga ikatan kasih sayang dan perhatian antara keluarga besar.

“Ini adalah bentuk perhatian menantu kepada mertua. Setiap kali manjalang mintuo, kami merasa lebih dekat dan dihargai,” ujar Absidefi, yang selalu menunggu kedatangan menantunya dengan penuh antusiasme.

Absidefi, yang merupakan bagian dari generasi yang lebih tua, menekankan bahwa momen manjalang mintuo adalah kesempatan langka untuk berkumpul bersama keluarga besar dan mendiskusikan berbagai hal yang membangun kedekatan antaranggota keluarga.

“Silaturahim ini harus terus terjaga, apalagi saat Ramadhan atau Lebaran, di mana momen berkumpul dengan keluarga sangat berharga,” tambahnya.

Manjalang Mintuo dan Kekuatan Tradisi dalam Menjaga Keluarga

Menurut Puti Reno Raudha Thaib, Ketua Umum Bundo Kanduang Alam Minangkabau dan Guru Besar Pertanian Universitas Andalas, tradisi manjalang mintuo tidak akan pernah pudar.

“Meskipun anak-anak merantau jauh dari kampung halaman, tradisi ini tetap dilestarikan, bahkan bisa diwakili oleh keluarga di kampung,” ungkapnya.

Raudha menegaskan bahwa selama sebuah pernikahan ada, manjalang mintuo akan terus dilaksanakan. Jika terjadi perceraian namun pasangan tersebut memiliki anak, maka anak-anak mereka yang akan melanjutkan tradisi ini.

“Tradisi ini menunjukkan betapa pentingnya hubungan antar keluarga, tidak hanya antara suami istri, tetapi juga antara menantu dan mertua. Itu sebabnya, meskipun ada perubahan zaman, tradisi ini akan tetap relevan,” tambah Raudha.

Mewujudkan Harmoni dalam Keluarga

Manjalang mintuo bukan hanya soal makanan yang dibawa, atau sekadar mengunjungi rumah mertua. Lebih dari itu, tradisi ini adalah simbol penghormatan, perhatian, dan penguatan hubungan keluarga.

See also  Bakal Calon Ketua Umum Dewan Pembina KMP Keluarga Minang Perantauan

Lewat kegiatan ini, masyarakat Minang mengajarkan pentingnya menjaga silaturahim dalam keluarga besar—suatu nilai yang sangat dihargai dalam kehidupan mereka.

Dengan terus dilestarikannya tradisi seperti manjalang mintuo, masyarakat Minangkabau tidak hanya menjaga kebudayaan mereka, tetapi juga mengajarkan generasi muda untuk menghargai hubungan antar keluarga, meskipun jarak memisahkan mereka.

Manjalang mintuo adalah pengingat bahwa keluarga adalah tempat pertama dan utama untuk saling mengasihi dan menjaga.

Dengan tradisi ini, silaturahim akan terus terjaga, dan keharmonisan keluarga akan tetap terpelihara, meskipun zaman terus berkembang. | KmpMedia.News | */Redaksi | *** |

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Batagak Gala Datuak Rajo Basa ; Suku Panyalai Kukuhkan H. Nurman HMN dalam Sakralnya Adat Minangkabau

KmpMedia.News | ArtaSariMediaGroup ~ Langit budaya Minangkabau kembali dipenuhi...

Suku Togutil, Penjaga Hutan yang Mengajarkan Arti Kehidupan

KmpMedia.News | ArtaSariMediaGroup ~ Di tengah derasnya arus modernisasi...

Pakaian Adat Minangkabau ; Warisan Budaya Sarat Makna & Identitas

KmpMedia.News | ArtaSariMediaGroup ~ Kekayaan budaya Indonesia kembali menunjukkan...

Wilayah Rawan Predator, Bocah 10 Tahun Diterkam Buaya di Sungai Inggoi

KmpMedia.News | ArtaSariMediaGroup ~ Peristiwa tragis yang mengguncang nurani...